#TanyaKetjeh
(MPA)Kak, kalau kita mau kasih effort lebih untuk bantu
orang yang kita senangi, apakah itu salah?
![]() |
| Pict @ Socialmouths.com |
Assalamu’alaykum ...
Well, saya akan menjawab pertanyaan di atas. Sebelum
menjalar ke arah yang lebih detail lagi, kita harus mengerti dulu kira-kira
orang yang disenangi ini siapa dan seperti apa? Jika orang yang kita senangi
itu adalah keluarga atau saudara atau sepupu dan teman sebaya, menurut saya
tidak ada masalah. Malahan, justru menambah pahala bukan?
Ini niatnya sangat luarbiasa, akreditasinya cukup lumayan
ketjeh menjadi manusia. Iya, memang sebagai manusia kita harus hablumminannas
kan. Hati yang terpaut untuk membantu orang adalah hati yang lembut, termasuk
juga dalam bersedekah ini ^^ Wah, salut kepada orang yang bertanya. Oke. Ketika
kita membantu seseorang, hal yang pertama dilakukan adalah memberikan yang
terbaik, memberikan bantuan yang terbaik kepada orang yang ingin dibantu, tapi
dengan catatan bantuannya sesuai dengan kemampuan kita. Misal nih, ketika ada
teman sebaya yang ingin meminjam uang 100rb karena ada kebutuhannya yang
terdesak. Tapi, kamu hanya punya uang 50rb, nah berarti bantuan atas kesanggupan
kamu ya hanya 50rb, akan salah jika kamu memaksakan kehendakmu untuk bantuan
yang akan kamu berikan, masa iya kamu paksa-paksain untuk meminjam juga ke
teman lain dengan kondisi yang seperti itu. Jadi, ini akan salah jika tidak
disesuaikan dengan kemampuan.
Lain halnya lagi, menurut saya, jika kamu mengupayakan atau
effort bantuan ke orang lain dengan tanda kutip yaitu teman kamu sendiri yang
gendernya beda, ini agak berbahaya, apalagi jika kamu menemukan unsur-unsur
ngarep alias ada virus merah jambu di kamunya (cieeee), alah maksudnya kamu ada
perassaan (dalem banget) gitu sama dia, nah hati-hati. Sebaiknya jangan terlalu
berharap lebih jika niat kamu bantuin itu udah mulia, bantulah sesuai dengan
kesanggupan jangan terlalu berlebihan tapi intinya berikan yang terbaik menurut
kesanggupan, saya tidak mengatakan 100% salah dalam membantu orang yang
disukai, tapi lakukanlah selama kamu
tidak terlalu banyak mengaharap kepadanya, kamu tau jika kamu terlalu berharap
pada manusia, ujung-ujungnya kamu bakalan kecewa.. Lebih baik serahin saja kepada
Allah, done. Allah Tau kan tujuan kamu apa, jadi tidak perlu berharap dengan
dialah terlalu, apalagi saya agak was-was karena yang bertanya ini gendernya
laki-laki XD wkwkw agak rawan juga kan ya. Iya rawan. Awalnya zina hati,
ujungnya yaaa jika tidak berhati hati ... , lebih baik kan mencegah daripada
mngobati jika sudah terkena virus-virus merah jambu nanti jadi gak konsentrasi
lagi kuliah, sekolah, kerja, malah semaunya diniatin untuk si dia. Jadi fix,
lebih baik mencegahnya, meskipun kamu bilang tergantung moo , tapi tetap saja, lebih
baik berhati-hati, bukankah Allah menyatakan dalam Al-Qur’an, jangan dekati
zina, Tuh.. dekatin zina aja tidak boleh apa lagi terjerumus ke dalamnyaa,
Hah? Karena eager kamu lebih dominan? Kapok hati-hati loh,
itu tandanya berasal dari nafsu diri kamu sebagai manusia. Memang rasa antusias
atau nafsu akan sesuatu itu memang terjadi pada manusia, cukup agak resah tapi
bersemangat itulah eager. Masa muda memang seperti itu keadaanya, tapi saran
sih kurangilah antuisias pada wanita, atau hubungan yang dilarang sebelum
halal, bukankah dalam anime naruto, kushina mengingatkan 3 hal yang perlu
diingat oleh naruto, yang pertama minuman-minuman keras, yang kedua uang hasil
misi dan yang ketiga wanita, hehehe
#catat saja.. anime bilang seperti itu, bagaiman dengan
agama yang mengatur hidup manusia? Hm? *senyum
oke ini nasehat buat kamu,, thanks uda bertanya ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar