Kamis, 05 November 2015

Upaya Lebih Untuk Bantu Orang, Boleh atau Tidak? #TanyaKetjeh



#TanyaKetjeh
(MPA)Kak, kalau kita mau kasih effort lebih untuk bantu orang yang kita senangi, apakah itu salah?

Pict @ Socialmouths.com
Assalamu’alaykum ...
Well, saya akan menjawab pertanyaan di atas. Sebelum menjalar ke arah yang lebih detail lagi, kita harus mengerti dulu kira-kira orang yang disenangi ini siapa dan seperti apa? Jika orang yang kita senangi itu adalah keluarga atau saudara atau sepupu dan teman sebaya, menurut saya tidak ada masalah. Malahan, justru menambah pahala bukan?
Ini niatnya sangat luarbiasa, akreditasinya cukup lumayan ketjeh menjadi manusia. Iya, memang sebagai manusia kita harus hablumminannas kan. Hati yang terpaut untuk membantu orang adalah hati yang lembut, termasuk juga dalam bersedekah ini ^^ Wah, salut kepada orang yang bertanya. Oke. Ketika kita membantu seseorang, hal yang pertama dilakukan adalah memberikan yang terbaik, memberikan bantuan yang terbaik kepada orang yang ingin dibantu, tapi dengan catatan bantuannya sesuai dengan kemampuan kita. Misal nih, ketika ada teman sebaya yang ingin meminjam uang 100rb karena ada kebutuhannya yang terdesak. Tapi, kamu hanya punya uang 50rb, nah berarti bantuan atas kesanggupan kamu ya hanya 50rb, akan salah jika kamu memaksakan kehendakmu untuk bantuan yang akan kamu berikan, masa iya kamu paksa-paksain untuk meminjam juga ke teman lain dengan kondisi yang seperti itu. Jadi, ini akan salah jika tidak disesuaikan dengan kemampuan.
Lain halnya lagi, menurut saya, jika kamu mengupayakan atau effort bantuan ke orang lain dengan tanda kutip yaitu teman kamu sendiri yang gendernya beda, ini agak berbahaya, apalagi jika kamu menemukan unsur-unsur ngarep alias ada virus merah jambu di kamunya (cieeee), alah maksudnya kamu ada perassaan (dalem banget) gitu sama dia, nah hati-hati. Sebaiknya jangan terlalu berharap lebih jika niat kamu bantuin itu udah mulia, bantulah sesuai dengan kesanggupan jangan terlalu berlebihan tapi intinya berikan yang terbaik menurut kesanggupan, saya tidak mengatakan 100% salah dalam membantu orang yang disukai,  tapi lakukanlah selama kamu tidak terlalu banyak mengaharap kepadanya, kamu tau jika kamu terlalu berharap pada manusia, ujung-ujungnya kamu bakalan kecewa.. Lebih baik serahin saja kepada Allah, done. Allah Tau kan tujuan kamu apa, jadi tidak perlu berharap dengan dialah terlalu, apalagi saya agak was-was karena yang bertanya ini gendernya laki-laki XD wkwkw agak rawan juga kan ya. Iya rawan. Awalnya zina hati, ujungnya yaaa jika tidak berhati hati ... , lebih baik kan mencegah daripada mngobati jika sudah terkena virus-virus merah jambu nanti jadi gak konsentrasi lagi kuliah, sekolah, kerja, malah semaunya diniatin untuk si dia. Jadi fix, lebih baik mencegahnya, meskipun kamu bilang tergantung moo , tapi tetap saja, lebih baik berhati-hati, bukankah Allah menyatakan dalam Al-Qur’an, jangan dekati zina, Tuh.. dekatin zina aja tidak boleh apa lagi terjerumus ke dalamnyaa,
Hah? Karena eager kamu lebih dominan? Kapok hati-hati loh, itu tandanya berasal dari nafsu diri kamu sebagai manusia. Memang rasa antusias atau nafsu akan sesuatu itu memang terjadi pada manusia, cukup agak resah tapi bersemangat itulah eager. Masa muda memang seperti itu keadaanya, tapi saran sih kurangilah antuisias pada wanita, atau hubungan yang dilarang sebelum halal, bukankah dalam anime naruto, kushina mengingatkan 3 hal yang perlu diingat oleh naruto, yang pertama minuman-minuman keras, yang kedua uang hasil misi dan yang ketiga wanita, hehehe
#catat saja.. anime bilang seperti itu, bagaiman dengan agama yang mengatur hidup manusia? Hm? *senyum
oke ini nasehat buat kamu,, thanks uda bertanya ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar