Assalamu'alaykum ...
Langsung aja ya,
![]() |
| Pict @ www.online-instagram.com |
Saat ini, semua orang memiliki handphone canggih dengan
berbagai aplikasi yang tersedia untuk berbagai sosial media, baik dari anak
kecil hingga tua sekalipun. Oke saya tidak membahas anak kecil atau orangtua,
tapi di tengahnya, siapa dia? Ya, benar. Anak muda.
Sosial media membuat kita lebih menjadi dewasa, jika
digunakan dengan bertanggung jawab. Sosial media juga dapat membuat diri kita
menjadi lebih pintar, lebih tahu, lebih memahami, jika digunakan untuk hal yang
bermanfaat. Kita masuk ke dalam lingkungan sosial media dimana di sana sering
sekali meng-upload gambar yang isinya tentang jodoh, atau artikel tentang
jodoh. Nah, ini diperuntukkan untuk orang-orang yang telah bersiap menghadapi
pertempuran, kalo perang sudah dimulai. Akan tetapi, bagaimana dengan kita yang
masih baru belajar dengan hal ini dan seperti yang kamu tau terkadang kita
menjadi orang yang ‘aneh’, maksudnya gimana? Seperti ini,
Kamu selalu baper-an saat melihat gambar kartun atau foto
pasangan yang sangat mesra dengan kata-kata bijak di dalamnya yang membuat hati
menggebu ingin melakukan hal yang sama. Kamu baper-an saat membaca artikel
masalah jodoh, yang entah dimana, dengan berbagai pesan atau motivasi di
dalamnya. Tapi... di saat seseorang menanyakan padamu, “Apa kamu uda siap nikah?”
kamu jawab dengan agak ragu “siap.” Lalu ditawarin “Mau gak sama si fulan? Lagi
nyari calon itu?” kamu histeris jawab “eh, nanti dulu.” Yang nanya bakalan
garuk-garuk kepala nih. xD
Nah, terkadang seperti itulah kita, menginginkan sesuatu
yang masih dalam bungkusan yang dimana kita gak tau isinya apa. Kayaknya
bakalan surprise banget kan ya. Oke. Hal yang saya dapatkan dari perenungan,
pelajaran, dan tahap pencarian jawaban setiap harinya (kapok ketauan J) adalah, biarlah jodoh
itu lahir dan berjalan secara alamiah, ikuti alurnya, berikan harapan
sepenuhnya pada Allah dan tetap berusaha dalam mewujudkannya. Ini khusus yang
masih kuliah atau sekolah ya.
Kamu berada di posisi dimana, orangtua mendorongmu untuk
berilmu, menjadi seseorang yang layak, menjadi manusia yang memiliki jiwa
pemimpin dan lainnya. Ha itu dilakukan dengan cara apa? Ya, sekolah. Kenyataannya
ilmu dapat dicari, ditemukan jika kita sudah memiliki pembimbing yang dapat
memberikan materi agar kita paham, bukan hanya sekedar tahu saja. Nah, ini
penting. Mengapa?
Karena dalam membangun sebuah rumah tangga, itu harus punya
pondasi. Dasar. Apa itu? Ya, ilmu. Menjadi seorang ibu, harus pintar. Pintar
dalam manajemen keuangan, psikologi keluarga, anak, akuntansi, ilmu syar’i.
Begitu juga menjadi seorang ayah, harus bijak dan pintar juga, menjadi panutan
buat istri dan anak-anaknya. Nikah itu gak asal-asalan, disana terdapat satu
konsep yang jika pesertanya tau mana letak yang sesuai dengan tempatnya, In
Syaa Allah rumah tangga yang dibangun akan harmonis. Ketika kedua insan yang
telah menyatu ini paham, berilmu, akan ada hasil yang didapatkan, apa itu?
Salah satunya adalah anak. Sebenarnya banyak lagi selain anak. Anak yang
berkualitas, In Syaa Allah berasal dari orangtua yang berkualitas. Jadi ilmu
itu penting untuk terus diupayakan.
Tapi di sisi yang lain, perasaan menggebu karena ingin nikah
di usia muda, karena dorongan dari beberapa aktivis yang telah menjalaninya
membuat diri berfikir berulang kali untuk segera melaksankan pernikahan.
Sementara dalam keadaan yang tidak memungkinkan, karena kuliah. Oke. Ini
beberapa cara agar kamu nggak baper-an lagi:
1.
Motivasi diri dengan target
yang sudah dirancang
Setiap orang pasti punya target, salah
satunya target untuk menikah, apalagi menikah di usia muda. Rancanglah
bagaimana agar target tersebut dapat tercapai, dan ketika kamu melihat atau
membaca artikel tentang jodoh, kamu bakal nggak baperan lagi. Mengapa? Karena
kamu uda punya target kapan akan menikah. Berikan motivasi untuk diri agar bisa
mengendalikan perasaan tersebut sesuai dengan sasaran yang telah dibuat.
2.
Pantaskan diri dan Perbaiki
diri
Jika kamu ingin mendapatkan suami/istri
yang baik, jadilah baik. Segala sesuatu itu sama, ada rewardnya. Jika kamu
melakukan kebaikan, maka akan dibalas dengan kebaikan pula, meski kamu gak akan
tau kebaikan itu datang dari siapa dan kapan. Jadilah yang terpantas untuk
pasanganmu kelak. Coba untuk berpikir, jika kamu seorang perempuan menginginkan
suami yang sholeh, kira-kira jika kamu menjadi dia, istri yang seperti apa yang
aku inginkan? Ya. Pikirkan seperti itu. Pasti istri yang pintar, pandai
memasak, rajin, sholehah dan yang lainnya. Tapi apakah kamu pantas
mendapatkannya? Jawab sendiri.
Seiring dengan berjalannya waktu, cobalah
untuk setiap saat memperbaiki diri. Jika ada sesuatu yang salah di dalam diri
kita, coba untuk menghapusnya, setidaknya menguranginya. In Syaa Alah jika sudah
terbiasa lama kelamaan akan hilang. Jangan hanya terbawa emosi karena
menginginkan nikah di usia muda setiap saat sehingga lupa untuk memantaskan
diri.
3.
Jaga hatimu dari perasaan ‘kagum’
terhadap seseorang
Orang bilang, hati-hati dalam menjaga hati.
Ia begitu rapuh sehingga jika tidak dikendalikan dengan baik, maka akan
tenggelam dalam ‘cinta’, itu kata kebanyakan orang. Cinta itu dimulai dari ‘suka’
dan suka itu dimulai dari ‘kagum’. Cara menjaga hati adalah baluti dengan
dzikir serta mengingat Allah.
4.
Berdoa
Senjata umat muslim adalah doa. Iya, jika
kamu gak sanggup, berdoalah minta kekuatan pada Allah agar dikuatkan tekad dan
kesungguhan serta kekuatan untuk gak baperan lagi. Jangan terlalu dibawa perasaan deh, sehingga
buat waktu kamu habis dengan hal-hal yang gak bermanfaat (eaaaa). Allah senang dengan hamba-Nya yang berdoa,
memohon pada-Nya, mengharapkan-Nya. Sungguh, ketika kamu mengadukan semua
unek-unek yang ada di dalam hati Insyaa Allah setelah itu akan legowo, dan lebih
untung ngadu pada Allah, rahasianya tersimpan rapat. Indah bukan?
5.
Bersyukur dan ikhlas dengan
keadaan saat ini
Ingat, di luar sana banyak sekali yang
ingin kuliah. Sementara kamu? Malah ogah-ogahan buat nuntut ilmu. Ingat juga
jerih payah yang dilakukan orangtuamu, jangan sia-siakan perjuangan mereka.
Allah sudah menetapkan keadaan hamba-hamba-Nya, mungkin di mata kita hal ini
membosankan, tapi jika ini yang terbaik Allah berikan? Kita gak akan pernah tau
apa hikmah dan rahasia yang Allah akan munculkan nanti di akhir episode. Ada
saatnya kita akan tau mengapa kita kuliah di sana, mendapatkan teman yang gak
benar, hidup serba kesusahan atau belum nikah *eh
Pikirkan juga, mungkin saat muncul perasaan
untuk segera menikah, Allah belum kasi. Mengapa? Mungkin karena kamu belum siap
secara mental, finansial, ilmu dan lainnya. Jadi Allah tunda dulu, supaya kamu
belajar lebih banyak, mempersiapkan diri lebih giat lagi, dan menjadi manusia
sebaik-baiknya sekarang. Peranan itu begitu penting, jadi syukuri aja yang adaa
sekarang dan ikhlas lah. Ahh kamu, kalo ngomong doang mah gampang? Iya. Kalo
gitu berhenti bicara, dan lakukan. Jangan tunggu lagi, ya! Tenang aja, Allah
sedang mempersiapkan yang di sana dengan sebaik-baiknya sesuai dengan
kepantasan yang kamu tempuh. Yakin dan percaya saja, rezekimu takkan tertukar,
karena jodoh termasuk juga rezeki kan. Yakin dan percaya pada Allah, karena Dia
berjanji wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, maaf lupa surah
apa.
6.
Hindari melihat atau
ngelamunin status/gambar couple
Stop! Bukan tidak boleh, boleh-boleh saja,
akan tetapi setidaknya di hindari terlalu lama melihat sehingga dirundung rasa
bayang-bayang yang berakhir dengan kata ‘gue kapan’ XD *plis jangan makin baper
hahaha
Jangan terlau suka membahas soal nikah dan
lainnya, jika peranmu dan dirimu saat ini belum siap dan belum terlalu bisa
kondisinya. Tapi, jika kamu sudah benar-benar siap dan mantap, lakukanlah,
perbanyaklah ilmunya. Ingat, biasanya orang yang sedang mempersiapkan ilmu itu,
sudah punya target nikah. Jika kamu belum punya target sebaiknya jangna terlalu
membahas, jadi bentuk target dulu ya (cieeee).
Hmm, mungkin itu saja beberapa tips buat kamu yang masih
sekolah/kuliah agar gak baper-an. Awalnya baper, lama-lama suka ngelamun, terus
galau eh ujungnya waktu habis dilahap buat hal yang masih misteri sementara di
dunia nyata banyak yang mau dikerjain, dan disyukuri dengan yang sudah ada. Ikhlaskan
saja keadaanmu saat ini, lakukan yang terbaik, sabar dalam belajar, dan
berdoalah mengharapkan-Nya. Karena segala kekuatan itu berasal dari Allah,
bukan dari diri kita. Fine, thanks for visited my blog. Share ya..agar yang
baper-an move-on XD

Tidak ada komentar:
Posting Komentar