Rabu, 04 November 2015

Tips Gak Baper-an


Assalamu'alaykum ... 
Langsung aja ya, 

Pict @ www.online-instagram.com
Buat yang lagi galau dengan masalah  jodoh sementara posisinya lagi dalam masa pembelajaran alias kuliah atau sekolah, nah saya ingin berbagi beberapa tips buat kamu yang agak baper-an *eh (agak kekinian dikit X)) So, setelah membaca beberapa tips dibawah ini semoga kamu gak baperan lagi. Aamiin
Saat ini, semua orang memiliki handphone canggih dengan berbagai aplikasi yang tersedia untuk berbagai sosial media, baik dari anak kecil hingga tua sekalipun. Oke saya tidak membahas anak kecil atau orangtua, tapi di tengahnya, siapa dia? Ya, benar. Anak muda.
Sosial media membuat kita lebih menjadi dewasa, jika digunakan dengan bertanggung jawab. Sosial media juga dapat membuat diri kita menjadi lebih pintar, lebih tahu, lebih memahami, jika digunakan untuk hal yang bermanfaat. Kita masuk ke dalam lingkungan sosial media dimana di sana sering sekali meng-upload gambar yang isinya tentang jodoh, atau artikel tentang jodoh. Nah, ini diperuntukkan untuk orang-orang yang telah bersiap menghadapi pertempuran, kalo perang sudah dimulai. Akan tetapi, bagaimana dengan kita yang masih baru belajar dengan hal ini dan seperti yang kamu tau terkadang kita menjadi orang yang ‘aneh’, maksudnya gimana? Seperti ini,
Kamu selalu baper-an saat melihat gambar kartun atau foto pasangan yang sangat mesra dengan kata-kata bijak di dalamnya yang membuat hati menggebu ingin melakukan hal yang sama. Kamu baper-an saat membaca artikel masalah jodoh, yang entah dimana, dengan berbagai pesan atau motivasi di dalamnya. Tapi... di saat seseorang menanyakan padamu, “Apa kamu uda siap nikah?” kamu jawab dengan agak ragu “siap.” Lalu ditawarin “Mau gak sama si fulan? Lagi nyari calon itu?” kamu histeris jawab “eh, nanti dulu.” Yang nanya bakalan garuk-garuk kepala nih. xD
Nah, terkadang seperti itulah kita, menginginkan sesuatu yang masih dalam bungkusan yang dimana kita gak tau isinya apa. Kayaknya bakalan surprise banget kan ya. Oke. Hal yang saya dapatkan dari perenungan, pelajaran, dan tahap pencarian jawaban setiap harinya (kapok ketauan J) adalah, biarlah jodoh itu lahir dan berjalan secara alamiah, ikuti alurnya, berikan harapan sepenuhnya pada Allah dan tetap berusaha dalam mewujudkannya. Ini khusus yang masih kuliah atau sekolah ya.
Kamu berada di posisi dimana, orangtua mendorongmu untuk berilmu, menjadi seseorang yang layak, menjadi manusia yang memiliki jiwa pemimpin dan lainnya. Ha itu dilakukan dengan cara apa? Ya, sekolah. Kenyataannya ilmu dapat dicari, ditemukan jika kita sudah memiliki pembimbing yang dapat memberikan materi agar kita paham, bukan hanya sekedar tahu saja. Nah, ini penting. Mengapa?
Karena dalam membangun sebuah rumah tangga, itu harus punya pondasi. Dasar. Apa itu? Ya, ilmu. Menjadi seorang ibu, harus pintar. Pintar dalam manajemen keuangan, psikologi keluarga, anak, akuntansi, ilmu syar’i. Begitu juga menjadi seorang ayah, harus bijak dan pintar juga, menjadi panutan buat istri dan anak-anaknya. Nikah itu gak asal-asalan, disana terdapat satu konsep yang jika pesertanya tau mana letak yang sesuai dengan tempatnya, In Syaa Allah rumah tangga yang dibangun akan harmonis. Ketika kedua insan yang telah menyatu ini paham, berilmu, akan ada hasil yang didapatkan, apa itu? Salah satunya adalah anak. Sebenarnya banyak lagi selain anak. Anak yang berkualitas, In Syaa Allah berasal dari orangtua yang berkualitas. Jadi ilmu itu penting untuk terus diupayakan.
Tapi di sisi yang lain, perasaan menggebu karena ingin nikah di usia muda, karena dorongan dari beberapa aktivis yang telah menjalaninya membuat diri berfikir berulang kali untuk segera melaksankan pernikahan. Sementara dalam keadaan yang tidak memungkinkan, karena kuliah. Oke. Ini beberapa cara agar kamu nggak baper-an lagi:
1.       Motivasi diri dengan target yang sudah dirancang
Setiap orang pasti punya target, salah satunya target untuk menikah, apalagi menikah di usia muda. Rancanglah bagaimana agar target tersebut dapat tercapai, dan ketika kamu melihat atau membaca artikel tentang jodoh, kamu bakal nggak baperan lagi. Mengapa? Karena kamu uda punya target kapan akan menikah. Berikan motivasi untuk diri agar bisa mengendalikan perasaan tersebut sesuai dengan sasaran yang telah dibuat.
2.       Pantaskan diri dan Perbaiki diri
Jika kamu ingin mendapatkan suami/istri yang baik, jadilah baik. Segala sesuatu itu sama, ada rewardnya. Jika kamu melakukan kebaikan, maka akan dibalas dengan kebaikan pula, meski kamu gak akan tau kebaikan itu datang dari siapa dan kapan. Jadilah yang terpantas untuk pasanganmu kelak. Coba untuk berpikir, jika kamu seorang perempuan menginginkan suami yang sholeh, kira-kira jika kamu menjadi dia, istri yang seperti apa yang aku inginkan? Ya. Pikirkan seperti itu. Pasti istri yang pintar, pandai memasak, rajin, sholehah dan yang lainnya. Tapi apakah kamu pantas mendapatkannya? Jawab sendiri.
Seiring dengan berjalannya waktu, cobalah untuk setiap saat memperbaiki diri. Jika ada sesuatu yang salah di dalam diri kita, coba untuk menghapusnya, setidaknya menguranginya. In Syaa Alah jika sudah terbiasa lama kelamaan akan hilang. Jangan hanya terbawa emosi karena menginginkan nikah di usia muda setiap saat sehingga lupa untuk memantaskan diri.
3.       Jaga hatimu dari perasaan ‘kagum’ terhadap seseorang
Orang bilang, hati-hati dalam menjaga hati. Ia begitu rapuh sehingga jika tidak dikendalikan dengan baik, maka akan tenggelam dalam ‘cinta’, itu kata kebanyakan orang. Cinta itu dimulai dari ‘suka’ dan suka itu dimulai dari ‘kagum’. Cara menjaga hati adalah baluti dengan dzikir serta mengingat Allah.
4.       Berdoa
Senjata umat muslim adalah doa. Iya, jika kamu gak sanggup, berdoalah minta kekuatan pada Allah agar dikuatkan tekad dan kesungguhan serta kekuatan untuk gak baperan lagi.  Jangan terlalu dibawa perasaan deh, sehingga buat waktu kamu habis dengan hal-hal yang gak bermanfaat (eaaaa).  Allah senang dengan hamba-Nya yang berdoa, memohon pada-Nya, mengharapkan-Nya. Sungguh, ketika kamu mengadukan semua unek-unek yang ada di dalam hati Insyaa Allah setelah itu akan legowo, dan lebih untung ngadu pada Allah, rahasianya tersimpan rapat. Indah bukan?
5.       Bersyukur dan ikhlas dengan keadaan saat ini
Ingat, di luar sana banyak sekali yang ingin kuliah. Sementara kamu? Malah ogah-ogahan buat nuntut ilmu. Ingat juga jerih payah yang dilakukan orangtuamu, jangan sia-siakan perjuangan mereka. Allah sudah menetapkan keadaan hamba-hamba-Nya, mungkin di mata kita hal ini membosankan, tapi jika ini yang terbaik Allah berikan? Kita gak akan pernah tau apa hikmah dan rahasia yang Allah akan munculkan nanti di akhir episode. Ada saatnya kita akan tau mengapa kita kuliah di sana, mendapatkan teman yang gak benar, hidup serba kesusahan atau belum nikah *eh
Pikirkan juga, mungkin saat muncul perasaan untuk segera menikah, Allah belum kasi. Mengapa? Mungkin karena kamu belum siap secara mental, finansial, ilmu dan lainnya. Jadi Allah tunda dulu, supaya kamu belajar lebih banyak, mempersiapkan diri lebih giat lagi, dan menjadi manusia sebaik-baiknya sekarang. Peranan itu begitu penting, jadi syukuri aja yang adaa sekarang dan ikhlas lah. Ahh kamu, kalo ngomong doang mah gampang? Iya. Kalo gitu berhenti bicara, dan lakukan. Jangan tunggu lagi, ya! Tenang aja, Allah sedang mempersiapkan yang di sana dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kepantasan yang kamu tempuh. Yakin dan percaya saja, rezekimu takkan tertukar, karena jodoh termasuk juga rezeki kan. Yakin dan percaya pada Allah, karena Dia berjanji wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, maaf lupa surah apa.
6.       Hindari melihat atau ngelamunin status/gambar couple
Stop! Bukan tidak boleh, boleh-boleh saja, akan tetapi setidaknya di hindari terlalu lama melihat sehingga dirundung rasa bayang-bayang yang berakhir dengan kata ‘gue kapan’ XD *plis jangan makin baper hahaha
Jangan terlau suka membahas soal nikah dan lainnya, jika peranmu dan dirimu saat ini belum siap dan belum terlalu bisa kondisinya. Tapi, jika kamu sudah benar-benar siap dan mantap, lakukanlah, perbanyaklah ilmunya. Ingat, biasanya orang yang sedang mempersiapkan ilmu itu, sudah punya target nikah. Jika kamu belum punya target sebaiknya jangna terlalu membahas, jadi bentuk target dulu ya (cieeee).

Hmm, mungkin itu saja beberapa tips buat kamu yang masih sekolah/kuliah agar gak baper-an. Awalnya baper, lama-lama suka ngelamun, terus galau eh ujungnya waktu habis dilahap buat hal yang masih misteri sementara di dunia nyata banyak yang mau dikerjain, dan disyukuri dengan yang sudah ada. Ikhlaskan saja keadaanmu saat ini, lakukan yang terbaik, sabar dalam belajar, dan berdoalah mengharapkan-Nya. Karena segala kekuatan itu berasal dari Allah, bukan dari diri kita. Fine, thanks for visited my blog. Share ya..agar yang baper-an move-on XD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar