Jumat, 06 November 2015

Cerpen - Piknik Detektif SMA

Pict @ aendiar.blogspot.com
Selimut merah muda tertata rapi di atas tubuh seorang gadis SMA yang sedang terlelap oleh mimpi-mimpi indah. Mimpi yang membawanya hingga pukul 10:00 pagi.
"Hari ini lautan, besok Conan. Hari ini lautan, besok Conan, hari ini lautan, besok Conan".
Alarm membangunkan Ayumi.
"Hari ini lautan? Besok Conan?", tanya Ayumi sambil memeluk guling.
"Memang ini hari apa?..Oh ya! Kapal! Jam, jam, jam? Apaa!! Jam 10!! Telaaat..", Ayumi bergegas mengganti baju, mempersiapkan barang yang akan dibawa.
Sesampainya di Pelabuhan, Ayumi tidak melihat tanda-tanda kehidupan disana. Kapal yang akan Ia dan teman-temannya tumpangi juga tidak ada.
Ia pun panik, mengambil handphone dan update status "Conan, Ayumi sudah sampai. Kau dimana?"
Ayumi gelisah tidak ada balasan dari Conan. Karena bosan, ayumi main sosial network sambil menghubungi Grup Detektif SMA yang konon Detektif Cilik.
"Mitsu update status", sontak Ayumi.
"Apa kau tahu perasaanku. Aku sangat ingin, sangat butuh. Biarlah nanti lautan yang menjadi saksinya, wahai kekasihku. Ombak yang melukiskan lembaran puisi cinta untukmu"
Ayumi mengomentari status Mitsu,
"Mitsu, sakit ya? Dimana sekarang, aku sudah di Pelabuhan ini."
Mitsu membalas,
"Aku di rumah, Ayumi. Conan bilang kapalnya penuh. Jadi, kita ambil yang jam 12. Kau pulang saja dulu, lama nanti menunggunya."
Ayumi membalas,
"Pulang? Kenapa suruh aku pulang, ini sudah jam 12 Mitsu. Itulah jangan menggalau saja, sampai waktu pun tidak tahu."
Mitsu melihat jam di sebelah atas kanan handphonenya, "Oh iyaa, Ya ampun..aku belum mandi."
Tidak ada balasan dari Mitsu, mungkin Dia sedang mandi sekarang, pikir Ayumi.
Dari kejauhan Conan pun terlihat sedang menggandeng tas dan Ai. Salah. Penglihatan Ayumi yang negatif menjadikan penglihatannya seperti itu.
"Ho Ayumi, maaf tidak memberitahumu. Lama tidak?", tanya Conan.
"Tidak apa-apa, aku sudah biasa", jawabnya.
"Hai, Ayumi!", sapa Ai.
"Ai, Ai datangnya kenapa lama?", tanya Ayumi.
"Bukannya aku datang bersama Conan ya, baru saja", sontak Ai.
Conan melirik. "Oh ya", pipi Ayumi memerah.
Genta juga datang menyusul, membawa begitu banyak barang.
"Ini isinya apa Genta", tanya Ai.
"Makanan", singkat Genta.
Ya ampun, pikir Ayumi. Kapal telah tiba, mereka membawa barang-barang bawaan ke dalam kamar masing-masing. Kapal pun berangkat menuju pulau yang terkenal disana. Mereka bersantai di luar, melihat birunya lautan dan sejuknya udara laut. Liburan kali ini adalah yang terbaik, pikir Ayumi sambil melirik Conan. Rambut panjang Ayumi dan Ai ikut merasakan hadirnya udara lautan yang rasa-rasanya ingin dibawa pulang. Ai segera berlari ke arah kamar, Ia mengambil kamera dan tongkat.
"Ayumi, foto yuk! Ini pegang tongkatnya. Lebih tinggi lagi tongkatnya diangkat Ayumi, agar terlihat kapal sama lautnya", ajak Ai.
"Iya, ya nanti kita share di path ya, statusnya Liburan dengan Grup Detektif SMA part II. Pasti yang lain envy."
Di lain sisi, Conan mengutak-atik laptopnya Mitsu, sekali-kali Ia menggaruk-garuk kepalanya.
"Conan, kau kutuan?", tanya Ayumi.
"Kutuan? Itu hanya terjadi pada wanita. Aku bingung, Mitsu memakai password di laptopnya. Aku ingin mengecek lokasi kita sekarang, untuk update di Foursquare. Kebetulan kuotaku habis."
"Coba telepon Mitsu, minta passwordnya", jelas Ayumi.
"Oh ya, kenapa tidak daritadi ya", Conan menelpon Mitsu.
"Halo Mitsu, ini password laptopnya apa?"
"Tidak boleh tahu", jawab Mitsu
"Pelitnya, jangan pelit-pelit Mitsu."
"Tidak boleh tahu", jawab Mitsu lagi.
"Jangan salahkan aku ya, aku lempar ya laptop dikau ke laut"
"Jangan Conan! Bukannya tadi aku sudah katakan, passwordnya 'tidak boleh tahu'!", tegas Mitsu.
"Yah. Seharusnya kau katakan daritadi, aneh-aneh saja, passwordnya."
"Conan...."
Putus. Telepon pun ditutup oleh Conan. Conan pun melanjutkan tujuan sucinya.
Sementara itu, Genta sedang sibuk menghitung jumlah makanan yang dibawa untuk dibagi dan difoto. Ia bingung dengan jumlah orang yang ada di kapal dengan di list catatan perbekalannya. Kenapa tidak cocok, pikirnya. Ia kembali membolak-balikkan kertas catatan dan membacanya berulang-ulang.
"Mitsu siapa ya?", bisik Genta.
Di dalam benaknya, hanya ada Conan, Ai, Ayumi dan dirinya. Ia tidak ingat sama sekali dengan Mitsu. Karena penasaran, Genta bertanya ke Ayumi.
"Ayumi, kau kenal dengan Mitsu? Aku ingin menyusun perbekalan kita, fotonya ingin aku sebar ke openrice, karena ini makanan pertama yang aku buat sendiri. Tapi, disaat menyusun, sepertinya orangnya kura....ng", Genta, Ayumi sadar.
"Oh iya! Mitsuhiko mana?", serentak Ayumi dan Genta. Ai yang sedang selfie dan Conan pun sadar.
Harapan musnah, yang Mitsu lakukan sekarang adalah update stiker line berjemur di pantai. Bukannya Ia tidak ingin menelpon kembali Conan, tetapi karena kebanyakan berimajinasi tadi pagi, Ia jadi lupa waktu, tempat janji, dan handphone.
Ketika selesai mandi, Mitsu mencari handphonenya. Tapi, tetap saja tidak ada. Ia bermaksud menanyakan tempat janji dan bawaan yang dibawa. Akhirnya setelah hampir satu jam, Mitsu menemukan handphonenya di balik selimut. Ditatapnya layar itu, tidak ada sama sekali telepon, sms atau status yang menanyakan keberadaan Mitsu. Adanya, foto selfie Ai yang masuk di timeline path. Mitsu pasrah.
"Liburanku, rencanaku, berantakan!", Mitsu histeris sampai telepon Conan yang menanyakan password muncul. Mitsu kaget, mereka tidak sadar kalau aku tidak berada disana, pikir Mitsu.
"Tadi aku telepon mitsu", sontak Conan.
"Dimana dia?", tanya Ai.
"Aku tidak sadar, kalau Mitsu belum datang. Tadi aku hanya menanyakan password laptop", pintas Conan.
"Begini saja, karena tidak mungkin lagi untuk kembali, kita upload foto liburan ini saja ke Mitsu. Agar Mitsu, juga senang, gimana?", usul Genta.
"Ide bagus!", tambah Ayumi.
Akhir yang telah berakhir, setiap menit di timeline path muncul foto-foto Ayumi, Ai, Genta dan Conan, dengan hastag 'Maafkan kami Mitsu', 'Semoga Mitsu senang'.
Mitsu hanya bisa diam dan menatap, galaunya kembali datang dan Ia update status,
"Bukan senang, tidak bersalah, tapi aku ENVY!"
Like mencapai 1000 dengan kapasitas teman 150.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar