![]() |
| Pict |
Selimut merah muda tertata
rapi di atas tubuh seorang gadis SMA yang sedang terlelap oleh mimpi-mimpi
indah. Mimpi yang membawanya hingga pukul 10:00 pagi.
"Hari ini lautan, besok
Conan. Hari ini lautan, besok Conan, hari ini lautan, besok Conan".
Alarm membangunkan Ayumi.
"Hari ini lautan? Besok
Conan?", tanya Ayumi sambil memeluk guling.
"Memang ini hari apa?..Oh
ya! Kapal! Jam, jam, jam? Apaa!! Jam 10!! Telaaat..", Ayumi bergegas
mengganti baju, mempersiapkan barang yang akan dibawa.
Sesampainya di Pelabuhan,
Ayumi tidak melihat tanda-tanda kehidupan disana. Kapal yang akan Ia dan
teman-temannya tumpangi juga tidak ada.
Ia pun panik, mengambil
handphone dan update status "Conan, Ayumi sudah sampai. Kau dimana?"
Ayumi gelisah tidak ada
balasan dari Conan. Karena bosan, ayumi main sosial network sambil menghubungi
Grup Detektif SMA yang konon Detektif Cilik.
"Mitsu update
status", sontak Ayumi.
"Apa kau tahu perasaanku.
Aku sangat ingin, sangat butuh. Biarlah nanti lautan yang menjadi saksinya, wahai
kekasihku. Ombak yang melukiskan lembaran puisi cinta untukmu"
Ayumi mengomentari status
Mitsu,
"Mitsu, sakit ya? Dimana
sekarang, aku sudah di Pelabuhan ini."
Mitsu membalas,
"Aku di rumah, Ayumi.
Conan bilang kapalnya penuh. Jadi, kita ambil yang jam 12. Kau pulang saja
dulu, lama nanti menunggunya."
Ayumi membalas,
"Pulang? Kenapa suruh aku
pulang, ini sudah jam 12 Mitsu. Itulah jangan menggalau saja, sampai waktu pun
tidak tahu."
Mitsu melihat jam di sebelah
atas kanan handphonenya, "Oh iyaa, Ya ampun..aku belum mandi."
Tidak ada balasan dari Mitsu,
mungkin Dia sedang mandi sekarang, pikir Ayumi.
Dari kejauhan Conan pun
terlihat sedang menggandeng tas dan Ai. Salah. Penglihatan Ayumi yang negatif
menjadikan penglihatannya seperti itu.
"Ho Ayumi, maaf tidak
memberitahumu. Lama tidak?", tanya Conan.
"Tidak apa-apa, aku sudah
biasa", jawabnya.
"Hai, Ayumi!", sapa
Ai.
"Ai, Ai datangnya kenapa
lama?", tanya Ayumi.
"Bukannya aku datang
bersama Conan ya, baru saja", sontak Ai.
Conan melirik. "Oh
ya", pipi Ayumi memerah.
Genta juga datang menyusul,
membawa begitu banyak barang.
"Ini isinya apa
Genta", tanya Ai.
"Makanan", singkat
Genta.
Ya ampun, pikir Ayumi. Kapal
telah tiba, mereka membawa barang-barang bawaan ke dalam kamar masing-masing.
Kapal pun berangkat menuju pulau yang terkenal disana. Mereka bersantai di
luar, melihat birunya lautan dan sejuknya udara laut. Liburan kali ini adalah
yang terbaik, pikir Ayumi sambil melirik Conan. Rambut panjang Ayumi dan Ai
ikut merasakan hadirnya udara lautan yang rasa-rasanya ingin dibawa pulang. Ai
segera berlari ke arah kamar, Ia mengambil kamera dan tongkat.
"Ayumi, foto yuk! Ini
pegang tongkatnya. Lebih tinggi lagi tongkatnya diangkat Ayumi, agar terlihat
kapal sama lautnya", ajak Ai.
"Iya, ya nanti kita share
di path ya, statusnya Liburan dengan Grup Detektif SMA part II. Pasti yang lain
envy."
Di lain sisi, Conan
mengutak-atik laptopnya Mitsu, sekali-kali Ia menggaruk-garuk kepalanya.
"Conan, kau
kutuan?", tanya Ayumi.
"Kutuan? Itu hanya
terjadi pada wanita. Aku bingung, Mitsu memakai password di laptopnya. Aku
ingin mengecek lokasi kita sekarang, untuk update di Foursquare. Kebetulan
kuotaku habis."
"Coba telepon Mitsu,
minta passwordnya", jelas Ayumi.
"Oh ya, kenapa tidak
daritadi ya", Conan menelpon Mitsu.
"Halo Mitsu, ini password
laptopnya apa?"
"Tidak boleh tahu",
jawab Mitsu
"Pelitnya, jangan
pelit-pelit Mitsu."
"Tidak boleh tahu",
jawab Mitsu lagi.
"Jangan salahkan aku ya,
aku lempar ya laptop dikau ke laut"
"Jangan Conan! Bukannya
tadi aku sudah katakan, passwordnya 'tidak boleh tahu'!", tegas Mitsu.
"Yah. Seharusnya kau
katakan daritadi, aneh-aneh saja, passwordnya."
"Conan...."
Putus. Telepon pun ditutup
oleh Conan. Conan pun melanjutkan tujuan sucinya.
Sementara itu, Genta sedang
sibuk menghitung jumlah makanan yang dibawa untuk dibagi dan difoto. Ia bingung
dengan jumlah orang yang ada di kapal dengan di list catatan perbekalannya.
Kenapa tidak cocok, pikirnya. Ia kembali membolak-balikkan kertas catatan dan
membacanya berulang-ulang.
"Mitsu siapa ya?",
bisik Genta.
Di dalam benaknya, hanya ada
Conan, Ai, Ayumi dan dirinya. Ia tidak ingat sama sekali dengan Mitsu. Karena
penasaran, Genta bertanya ke Ayumi.
"Ayumi, kau kenal dengan
Mitsu? Aku ingin menyusun perbekalan kita, fotonya ingin aku sebar ke openrice,
karena ini makanan pertama yang aku buat sendiri. Tapi, disaat menyusun,
sepertinya orangnya kura....ng", Genta, Ayumi sadar.
"Oh iya! Mitsuhiko
mana?", serentak Ayumi dan Genta. Ai yang sedang selfie dan Conan pun
sadar.
Harapan musnah, yang Mitsu
lakukan sekarang adalah update stiker line berjemur di pantai. Bukannya Ia
tidak ingin menelpon kembali Conan, tetapi karena kebanyakan berimajinasi tadi
pagi, Ia jadi lupa waktu, tempat janji, dan handphone.
Ketika selesai mandi, Mitsu
mencari handphonenya. Tapi, tetap saja tidak ada. Ia bermaksud menanyakan
tempat janji dan bawaan yang dibawa. Akhirnya setelah hampir satu jam, Mitsu
menemukan handphonenya di balik selimut. Ditatapnya layar itu, tidak ada sama
sekali telepon, sms atau status yang menanyakan keberadaan Mitsu. Adanya, foto
selfie Ai yang masuk di timeline path. Mitsu pasrah.
"Liburanku, rencanaku,
berantakan!", Mitsu histeris sampai telepon Conan yang menanyakan password
muncul. Mitsu kaget, mereka tidak sadar kalau aku tidak berada disana, pikir
Mitsu.
"Tadi aku telepon
mitsu", sontak Conan.
"Dimana dia?", tanya
Ai.
"Aku tidak sadar, kalau
Mitsu belum datang. Tadi aku hanya menanyakan password laptop", pintas
Conan.
"Begini saja, karena
tidak mungkin lagi untuk kembali, kita upload foto liburan ini saja ke Mitsu.
Agar Mitsu, juga senang, gimana?", usul Genta.
"Ide bagus!", tambah
Ayumi.
Akhir yang telah berakhir,
setiap menit di timeline path muncul foto-foto Ayumi, Ai, Genta dan Conan,
dengan hastag 'Maafkan kami Mitsu', 'Semoga Mitsu senang'.
Mitsu hanya bisa diam dan
menatap, galaunya kembali datang dan Ia update status,
"Bukan senang, tidak
bersalah, tapi aku ENVY!"
Like mencapai 1000 dengan
kapasitas teman 150.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar