Jumat, 06 November 2015

Ada Kemudahan dibalik Kesulitan

Pict @ www.online-instagram.com/_praynowmyself
“Tidak semua bencana merupakan kutukan, dan kesulitan yang datang lebih awal itu sering disebut berkah. Kesulitan yang diatasi tidak hanya mengajarkan Anda, tetapi juga membangkitkan semangat kita dalam perjuangan kita di masa depan”. –James Sharp ̶

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala yang dimana karena-Nya lah kita masih dapat bernafas dan dapat membaca artikel ini. Shalawat dan salam juga kita ucapkan pada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam yang dimana karena perjuangannya dalam islam yang sangat luarbiasa hingga sekarang. Alhamdulillah, terima kasih karena sudah mampir ke blog saya, meskipun sangat jarang sekali mengepost tulisan disini.
Bagaimana dengan hari kalian para pembaca? Pasti diwarnai dengan bermacam-macam bentuk ekspresi disana. Mulai dari ketawa, mewek, sedih, cengengesan, cemberut, kesal, marah, senang, susah dan berbagai perasaan yang tak dapat diungkapkan satu persatu disini. Ya. Pastinya semua manusai merasakan hal itu bukan? Hidup ini timbal balik! Ketika ada kesenangan pasti ada kesusahan, ada awal pasti ada akhir, ada kesulitan pasti ada kemudahan. Iya, pasti!
Disini saya ingin menulis tentang kesulitan dan kemudahan itu.

Nah, sekarang apa yang sedang menyulitkanmu?
Di dalam kehidupan ini  kita tidak akan pernah merasa mudah jika kita melihat terus kesulitan itu sebagai satu hal yang benar-benar menyusahkan. Kesulitan itu sebenarnya berasal dari pandangan kita terhadap sesuatu hal yang kita beranggapan kalo kita nggak mampu untuk melakukannya. Sebenarnya kita bisa, tapi karena kita menganggap itu beban dan kita merasa tidak mampu timbul lah kesulitan itu. Semua hal akan menjadi mudah ketika kita memandang positif suatu hal , apapun itu.
Ingat. Kita adalah seorang manusia yang memiliki pemikiran dangkal, artinya tidak sempurna. Karena jika kita pandai, diatas kita ada lagi yang lebih pandai, makin ke atas, dan makin tinggi, hingga sempurna lah yang didapat, yaitu siapa? Allah!
Ketika kita dihadang oleh berbagai macam kesulitan, coba lakukan telaah lebih jauh, pikirkan bagaimana sih kok bisa menjad sulit? Apa yang menyebabkan hal ini menjadi sulit? Bukankah sulit itu menyakitkan? Sementara mudah itu menyenangkan!
Kini, banyak sekali dari kita manusia, masih saja mengeluhkan semua kesulitan yang dirasakan walaupun sekecil kutu atau lebih kecil daripada itu. Ketika hari terik, langsung share status di social media “Panas banget!”. Bukankah dengan kata-kata itu menyulitkan dia sendiri? Dan bukan hanya dia saja, malah orang lain yang membaca statusnya juga ikut terpengaruh sulit dengan ‘panas’ itu.
Lalu, banyak sekali dari kita manusia, masih saja mengeluhkan pekerjaan yang dia dapatkan, baik di instansi perusahaan maupun akademi. Hanya dengan tugas yang diberikan dosen atau atasan, dia langsung mengeluh, seakan-akan dia ingin kerja/kuliah dengan santai dan tak mau capek/repot. Bukankah dengan menyulitkan sesuatu hal itu malah jadi nggak enak? Terkesan semuanya beban! Padahal nyatanya hal itu untuk dirinya sendiri bukan orang lain.
Nah, itu sesuatu yang dipersulit dari diri sendiri. Bagaimana jika kesulitan itu berasal dari luar diri kita?

Misalnya, ketika ada seseorang yang dengan sengaja menyulitkanmu dalam hal-hal tertentu. Bagaimana dengan ini? Jawabannya bawa enjoy aja. Semua itu berasal dari diri kita sendiri. Kita harus percaya kalo kita bisa melakukan hal ini dan itu. Kita harus yakin dan berpikir positif bahwa semua hal itu akan terlihat mudah ketika kita memandangnya sebagai kado terindah, bukan sebagai beban. Memang terkadang sulit jika tidak dibiasakan. Tapi mulailah dari sekarang, lakukan lah dan bentuk lah kesulitan yang dalam pandangan orang lain menjadi kemudahan buat diri ni.

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”. (QS. Alam Nasyrah: 5-8)

Percayalah ada Allah yang dapat membantu kita, yang penting adalah kita harus benar-benar usaha secara kaffah dan huznudzan sama apa yang terjadi pada diri kita. Berhentilah untuk berfikir negatif.
Terima kasih telah membaca, selebihnya saya mohon maaf atas kesalahan merangkai kata atau penulisannya. Kesempurnaan hanya milik Allah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh …

Tidak ada komentar:

Posting Komentar