![]() |
| Pict @ www.online-instagram.com/_praynowmyself |
“Tidak semua bencana merupakan kutukan, dan kesulitan yang datang lebih
awal itu sering disebut berkah. Kesulitan yang diatasi tidak hanya mengajarkan
Anda, tetapi juga membangkitkan semangat kita dalam perjuangan kita di masa
depan”. –James Sharp ̶
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh..
Alhamdulillah
puji syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala yang dimana karena-Nya lah
kita masih dapat bernafas dan dapat membaca artikel ini. Shalawat dan salam
juga kita ucapkan pada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam yang
dimana karena perjuangannya dalam islam yang sangat luarbiasa hingga sekarang.
Alhamdulillah, terima kasih karena sudah mampir ke blog saya, meskipun sangat
jarang sekali mengepost tulisan disini.
Bagaimana
dengan hari kalian para pembaca? Pasti diwarnai dengan bermacam-macam bentuk
ekspresi disana. Mulai dari ketawa, mewek, sedih, cengengesan, cemberut, kesal,
marah, senang, susah dan berbagai perasaan yang tak dapat diungkapkan satu
persatu disini. Ya. Pastinya semua manusai merasakan hal itu bukan? Hidup ini timbal
balik! Ketika ada kesenangan pasti ada kesusahan, ada awal pasti ada akhir, ada
kesulitan pasti ada kemudahan. Iya, pasti!
Disini
saya ingin menulis tentang kesulitan dan kemudahan itu.
Nah,
sekarang apa yang sedang menyulitkanmu?
Di
dalam kehidupan ini kita tidak akan
pernah merasa mudah jika kita melihat terus kesulitan itu sebagai satu hal yang
benar-benar menyusahkan. Kesulitan itu sebenarnya berasal dari pandangan kita
terhadap sesuatu hal yang kita beranggapan kalo kita nggak mampu untuk
melakukannya. Sebenarnya kita bisa, tapi karena kita menganggap itu beban dan
kita merasa tidak mampu timbul lah kesulitan itu. Semua hal akan menjadi mudah
ketika kita memandang positif suatu hal , apapun itu.
Ingat.
Kita adalah seorang manusia yang memiliki pemikiran dangkal, artinya tidak
sempurna. Karena jika kita pandai, diatas kita ada lagi yang lebih pandai,
makin ke atas, dan makin tinggi, hingga sempurna lah yang didapat, yaitu siapa?
Allah!
Ketika
kita dihadang oleh berbagai macam kesulitan, coba lakukan telaah lebih jauh,
pikirkan bagaimana sih kok bisa menjad sulit? Apa yang menyebabkan hal ini
menjadi sulit? Bukankah sulit itu menyakitkan? Sementara mudah itu
menyenangkan!
Kini,
banyak sekali dari kita manusia, masih saja mengeluhkan semua kesulitan yang
dirasakan walaupun sekecil kutu atau lebih kecil daripada itu. Ketika hari
terik, langsung share status di social media “Panas banget!”. Bukankah dengan
kata-kata itu menyulitkan dia sendiri? Dan bukan hanya dia saja, malah orang
lain yang membaca statusnya juga ikut terpengaruh sulit dengan ‘panas’ itu.
Lalu,
banyak sekali dari kita manusia, masih saja mengeluhkan pekerjaan yang dia
dapatkan, baik di instansi perusahaan maupun akademi. Hanya dengan tugas yang
diberikan dosen atau atasan, dia langsung mengeluh, seakan-akan dia ingin
kerja/kuliah dengan santai dan tak mau capek/repot. Bukankah dengan menyulitkan
sesuatu hal itu malah jadi nggak enak? Terkesan semuanya beban! Padahal
nyatanya hal itu untuk dirinya sendiri bukan orang lain.
Nah,
itu sesuatu yang dipersulit dari diri sendiri. Bagaimana jika kesulitan itu
berasal dari luar diri kita?
Misalnya,
ketika ada seseorang yang dengan sengaja menyulitkanmu dalam hal-hal tertentu.
Bagaimana dengan ini? Jawabannya bawa enjoy aja. Semua itu berasal dari diri
kita sendiri. Kita harus percaya kalo kita bisa melakukan hal ini dan itu. Kita
harus yakin dan berpikir positif bahwa semua hal itu akan terlihat mudah ketika
kita memandangnya sebagai kado terindah, bukan sebagai beban. Memang terkadang
sulit jika tidak dibiasakan. Tapi mulailah dari sekarang, lakukan lah dan
bentuk lah kesulitan yang dalam pandangan orang lain menjadi kemudahan buat
diri ni.
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya
sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari
sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan
hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”. (QS. Alam Nasyrah: 5-8)
Percayalah
ada Allah yang dapat membantu kita, yang penting adalah kita harus benar-benar
usaha secara kaffah dan huznudzan sama apa yang terjadi pada diri kita.
Berhentilah untuk berfikir negatif.
Terima
kasih telah membaca, selebihnya saya mohon maaf atas kesalahan merangkai kata
atau penulisannya. Kesempurnaan hanya milik Allah.
Wassalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh …

Tidak ada komentar:
Posting Komentar